Ulang tahun

Tanggal 11 November, Rachel ulang tahun umur 7 tahun. Sejak
beberapa bulan, dia sudah menantikan hal ini, karena baginya, belum ber umur
7 kalau belum tanggal 11 November.

Tanggal 11 pagi dia bangun pagi dengan semangat, sambil woro2 ke seisi
rumah, bahwa dia sudah berumur 7 tahun.
Sore hari, dia telpon saya ke kantor, dan lapor bahwa dia sudah selesai
membagi undangan pesta. HAH…??? PESTA ???
Kami tidak pernah membicarakan kado dan pesta selama ini, karena memang saya
tidak membiasakan pada anak2. makanya sempat terkaget2.

Ternyata, Rachel memimpikan pesta ulang tahun, dia membuat sendiri undangan,
pakai kertas buffalo yang dia gunting, di gambar-gambari sendiri, di tulis
sendiri, di bagikan sendiri. Dia cuma mengundang 7 orang temannya.
Ya…karena undangan sudah di bagi, nggak mungkin di tarik lagi toh?

“Trus…kapan kamu undang teman2mu?”
“Sabtu sore jam setengah empat. karena kalau jumat, kan mama kerja.”
“Nak…kamu tidak akan punya kue ulang tahun, karena kita ndak sempat pesan,
mama nggak sempat bikin, banyak toko kue masih belum buka”

Ternyata, gadis kecilku, sudah merencanakan segalanya sendiri, dia bilang,
belikan ini…belikan itu…(dia serahkan daftar belanjaan)

Jam empat kurang seperempat, belum ada satupun teman yang datang. Dia hampir
mewek. “Lha…kamu bagaimana menulis undangannya? ” ternyata dia menulisnya
16.30. Oh, itu namanya setengah lima Nak.

Teman2nya, yang adalah anak2 tetangga datang tepat waktu, beberapa di antar
oleh ibunya. Para ibu ini yang cerita, kalau undangan Rachel lucu dan unik, dia gambari
macam2, ada yang undangannya di kasi kertas di potong bentuk kupu2, trus di
warnai, ada undangan di kasi kertas sudah di potong2 bentuk peri bersayap.
(duuuh…aku terharu)

Para tamu ternyata mengagumi kue ulang tahun, yang adalah rancangan Rachel
sendiri, dia cuma minta muffin 11 biji (ku buatkan hasilnya lebih dari 11 biji) setiap
muffin di hias dengan butter cream dan permen warna warni, setiap muffin di
puncaknya di tancap lilin kecil. Muffinnya di tata di lazy susan.

Tidak ada badut, tidak ada musik, tidak ada games yang di koordinir. anak2
seru aja main2 sendiri. yang akhirnya di tutup dengan makan bersama, hanya
di suguhi spaghetti dan nasi + ayam goreng karang menanti yang sudah di taruh di box, bersama satu cup pudding busa coklat dan sebutir apel.
Amat sederhana. Dan sebelum tidur, dalam doanya Rachel bilang “Terimakasih
Tuhan karna aku sudah merasakan pesta ulang tahun yang meriah”

Ooh…syukurlah, ‘pesta darurat’ menurut ukuranku, ternyata sangat
mengesankan buatnya. Dia tidak minta kado, tidak minta baju baru untuk
pesta. sederhana aja.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Ulang tahun

  1. sematawayang says:

    touchy banget mbak Ine.🙂

  2. elkaje says:

    thks, emang anak2 suka tak terduga ya. Biarpun aku dah tuwek, tetep pingin belajar dan berpikir gaya anak2, makanya aku berusaha gaul ama anak2 terus, ya anak sendiri juga anak2 orang lain.

  3. estherlita says:

    seru banget baca cerita ultah ini…kok gak sempet saya lihat dulu2….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s