BUKU PERTUMBUHANKU

Akhir minggu beberes kamar anak, menemukan “Buku Pertumbuhanku” buatan Rachel saat mengikuti SIL (Sekolah Injil Liburan) bulan Juni 2005 lalu.

Ah….iya…. aku gak ikut terlibat dalam kegiatan ini, karena sedang terlibat pada Kamp Anak untuk anak anak lebih besar lagi. Sementara SIL diadakan untuk anak umur 6 s.d 9 tahun.

Tema SIL (sama juga dengan tema Kamp Anak 2005) “Tubuhku bertumbuh, Imanku bertumbuh” Tubuh bertumbuh….Jelas! Iman bertumbuh…. bagaimana mengajarkan iman yang bertumbuh pada anak-anak umur 6 s/d 9 tahun? Ternyata tidak terlalu “mengerikan” seperti yang kubayangkan:-)

Kubuka-buka lagi catatan2 penyelenggaraan SIL ini.

Saat pendaftaran, calon peserta di bagikan Form pendaftaran, yang berisi nama anak, tanggal lahir, orang tua dsb, juga disediakan tempat untuk Foto ukuran Poscard, dengan pesan, agar menyerahkan foto ketika Anak masih bayi. Bukan foto sekarang!

Di sediakan satu kolom berbingkai indah, agar orang tua menuliskan harapannya pada Anak ini.

Satu kolom berbingkai lainnya di isi Kesan orang tua pada anak ini ketika mereka masih kecil.

Penyelenggaraan SIL, dalam 2 hari. dengan konsep penyelenggaraan : Hari pertama soal “Tubuhku bertumbuh”, hari kedua soal “Imanku bertumbuh”

Tentang Tubuh bertumbuh, anak-anak diajarkan bahwa tubuh kita karunia Tuhan yang harus di jaga dan di rawat. Ada cerita yang mendukung hal ini yang di sampaikan.

Lalu sesi kegiatan, anak-anak di buat berkelompok, yang harus kerjasama saling membantu dalam kelompok, karena akan di nilai kerjasamanya (ajaran Kasih)
Hasilnya adalah sebuah buku Pertumbuhan yang di buat oleh anak tsb.

Lembar isi buku itu di buat di masing2 pos-pos yang dikunjungi tiap kelompok anak.
misalnya pos 1, menimbang dan mengukur tinggi badan yang dilakukan sendiri
dan di bantu oleh teman-teman dalam kelompoknya.

Data ini, harus di tulis sendiri oleh masing-masin di form tinggi badanku…berat badanku…warna kulitku…warna rambutku…
Form ini di buat menarik karena dan di rangkai di buku pertumbuhanku. Judulnya My Secret Identity

Pos ke 2, mensyukuri anugerah Tuhan yang ada dalam diri kita, Anak-anak
membuat aktivitas, misalnya mencap tangan atau kaki di kertas, lalu di
tambah lukisan. Kertas ini di rangkai juga dalam buku pertumbuhanku, dengan header I am Special

Pos ke 3, menempel foto ketika mereka masih kecil, yang sudah di setorkan
saat pendaftaran. Anak-anak menempel kesan orang tua saat mereka kecil,
mereka di suruh membaca, dan membayangkan betapa kasih sayang yang telah
dilimpahkan orang tua pada mereka, merawat mereka smapai mereka menjadi
besar seperti sekarang. Kami berdua menuliskan kesan “Sejak awal kelahiran, Rachel senantiasa memberi kejutan bagi keluarga kami. Masa pertumbuhan, sekolah dan pergaulan, ada saja hal hal baru yang dia munculkan. Rachel adalah salah satu anugerah dalam keluarga kami.” Foto dan kesan ini di tempel di halaman I Grow

Pos ke 4, tiap anak menghadapi sebuah cermin, dan menggambar diri mereka
sendiri lalu menempelkan harapan orang tua, yang dilampirkan dalam form
pendaftaran di bawah gambar mereka. Harapan kami “Supaya Rachel jadi anak tangguh dalam setiap situasi dan selalu menampilkan citra anak Kristus yang penuh kasih di lingkungannya”

Pos ke 5, tiap anak di foto sendiri sendiri. (foto ini di cetak, untuk cover buku pertumbuhanku) sambil nunggu giliran foto, anak2 menghias bakal cover buku dengan kertas warna warni.

Anak juga menuliskan Doa syukur di salah satu form halaman buku pertumbuhanku.

Makan siang, sengaja dengan lauk sayur bening, tempe, tahu, hal yang jarang di makan oleh anak-anak di daerah kami, yang sering digolongkan daerah surga makanan, sambil di ceramahi soal makanan sehat. Ternyata, tidak susah lho, mengajak anak-anak menikmati makanan sederhana dan sayur yang biasa di hindari.

Di akhir hari, anak-anak di ajak melukis di kaos, gambar cap tangan, nama, dan ada beberapa pola, misalkan bintang2, bunga2. Kaos ini di pakai di hari ke dua, untuk Wisata.

Hari ke 2 tentang Imanku bertumbuh
Anak-anak di ajak mengunjungi percetakan Alkitab (Lembaga Alkitab Indonesia) Di sana mereka melihat bagaimana proses editing dan pencetakan Alkitab, salah satu buku yang menjadi pegangan kita dalam memahami Firman Tuhan. Buku pertumbuhan yang sudah di bendel rapi, di bagikan ke masing masing anak di penutupan acara SIL 2005 ini.

Kesan Rachel tempo hari, seru dan menyenangkan. Aku tidak ikut merancang dan mengurus acara ini, tapi sebagai orang tua, sangat terharu membaca buku pertumbuhanku.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 Responses to BUKU PERTUMBUHANKU

  1. irma303 says:

    wah seru sekali membaca cerita soal buku pertumbuhanku ini :-)nampak jelas kalau pondasi agama keluarga cici sangat kuat :-)salut!!

  2. elkaje says:

    irma303 said: nampak jelas kalau pondasi agama keluarga cici sangat kuat :-)salut!!

    nggak terlalu Irma, kami cuma kasi dasar iman saja, pembangunan iman yang kami dapat di gereja, bukan ritual keagamaan, tetapi lebih pada pembangunan character. Ini lebih kena di banding anak diajarkan berdoa…baca kitab suci….

  3. irma303 says:

    elkaje said: lebih pada pembangunan character

    justru ini yg penting menurut sayaapagunanya kalau sembahyang otomatis tapi tidak diresapi maknanyaapa gunanya sembahyang tapi segera setelah itu berbuat yg tidak baik :-)dgn pondasi yg bagus, dalam situasi apapun rachel dan yoke akan bisa diandalkan :-)anak2ku nih cici, belum mengenal agama sama sekali.. karena kami sepakat biar mereka memilih sendiri agamanya kelak setelah mereka mengerti dan bisa milihtapi saya ingin mengajak mereka mengenal gereja soalnya keluarga suamiku bukan orang yg rajin ke gereja padahal menurutku hal ini baik buat anak2saya masih ingat lho dulu waktu kecil suka ikutan sekolah minggu, apalagi kalau sudah menjelang natal.. waahh tambah rajin ke gereja krn anak yg rajin bakal dpt hadiah😀 :Dnakal ya?saya juga juga sekolah dari TK sampai SMA di sekolah katolik padahal agama saya Budha.. tapi kenangan masa kecil waktu dulu rajin ke sekolah minggu itu sampai sekarang masih saya ingat :-)itu yg ingin saya berikan pada Tyler dan Noah🙂

  4. fjaco says:

    mbak Ine ngajar sekolah minggu ya ? waktu single dulu aku juga ngajar sekolah minggu, walaupun aku sadar aku ga pinter ngomong tapi aku coba belajar untuk membawakan cerita, entah dengan body language atau alat peraga dengan menarik sehingga firman Tuhan yang kusampaikan dapat dimengerti anak. Sampai Callista umur 3 tahun aku masih ngajar tapi setelah itu karena satu dan lain hal aku terpaksa mengundurkan diri dulu..Entah sampai kapan😦 Aku terharu banget membaca tulisan mbak Ine, jadi teringat dengan Bible Camp yang pernah diadakan beberapa tahun lalu selagi aku aktif di SM dan aku ajak Callis ikutan. Callis senangnya bukan main..padahal dia belum mengerti apa2 lha waktu itu dia baru 2 tahun-an….bersyukur banget kalau di gereja mbak Ine masih bisa menyelenggarakan SIL se”kreatif” itu🙂

  5. elkaje says:

    fjaco said: mbak Ine ngajar sekolah minggu ya ?

    Iya Fem, aku ngajar di sekolah minggu. Ini sangat melelahkan dan menyita waktu. ngajarnya cuma seminggu sekali 1-2 jam, tapi persiapan mesti dilakukan secara pribadi jauh2 hari, ini yang berat. Tanggung jawab juga berat. Tapi aku senang, karena dari sini aku terus terpacu untuk belajar. Aku bisa berhubungan dengan banyak orang (para ortu anak2), komunikasi dengan berbagai generasi (dari bayi sampai pra remaja)Yang paling penting adalah, aku merasa BERHARGA di mata Tuhan, karena aku dipakai untuk pelayanan ini.

  6. fjaco says:

    aku sebetulnya masih menyimpan kerinduan mengajar sekolah minggu kembali. Waktu beresin buku2, sengaja aku masih simpan buku2 pedoman mengajar sm yang bagus2, ‘kali aja suatu waktu bisa menyumbangkan “sesuatu” untuk pelayananNya. Aku merasa aku tuh udah diberi banyak sekali berkat oleh Tuhan karena itu aku merasa perlu untuk mengembalikannya pada Tuhan dalam bentuk pelayanan di sm, karena hanya itu yang kubisa😦 Thanks ya mbak Ine, aku menjadi lebih termotivasi melihat semangat mbak Ine dalam mengajar sm. GBU..

  7. halo mbak ine, salam kenal. aku yuli lurahnya NCC di bintaro, yg pernah nanya ttg ukuran loyang hehehe. duh saya selalu bahagia deh kalo ada yang ikut pelayanan sekolah minggu.meski saya dulu aktifnya di pemuda, sekarang saya menyimpan kerinduan juga untuk mengajar sekolah minggu. maju terus ya mbak ine dalam pelayanan SM nya! Tuhan berkati terus pelayanan mbak Ine.

  8. elkaje says:

    ezrakarundeng said: halo mbak ine, salam kenal. aku yuli lurahnya NCC di bintaro, yg pernah nanya ttg ukuran loyang hehehe. duh saya selalu bahagia deh kalo ada yang ikut pelayanan sekolah minggu.meski saya dulu aktifnya di pemuda, sekarang saya menyimpan kerinduan juga untuk mengajar sekolah minggu. maju terus ya mbak ine dalam pelayanan SM nya! Tuhan berkati terus pelayanan mbak Ine.

    Iya Yul, aku nyemplung di sini dan gak bisa berhenti. Kalau sampai absen ketemu anak2 kangen bangeeeet. Thks ya sudah berkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s