KENAKALAN MASA KECIL

Tiba tiba, rasa kangen dengan Solo menyeruak, dan menggerakkan jari jari buat menulis nostalgi(l)a-an ini🙂 yang kubuat beberapa seri.

Kepala yang berdarah

Ini salah satu judul lagu gereja yang menurutku menggetarkan hati kalau kunyanykan dengan penuh perasaan. Lagu ini sering kunyanyikan sendiri di masa masa pra paskah seperti sekarang ini. Tapi yang kucritain di bawah bukan lagu itu, tapi kepalaku dewe.

Memoriku tergali sejak umur 4 tahunan, sebelum itu, aku tidak ingat lagi. Yang kuingat adalah meja merah, bisul, kolam ikan. Ini hal hal yang mengesankan buatku, dan untungnya, aku tuh di karuniai memori yang nggak gampang pudar.

Cekkong memasang meja panjang, dan meja ini di cat warna merah, bener2 merah. Padahal ini bukan meja sembahyangan, bukan meja klenteng, tapi untuk kerja sehari hari, membuat kemasan ice cream, meracik dll. Aku senang main di sekitar meja merah ini. Yang aku ingat, saat itu kepalaku di pukul oleh Lani, adikku yang beda setahun usianya denganku. TKP (hehehe….Tempat Kejadian Perkara) di bawah meja merah. Langsung berdarah-darah, bukan karena keras pukulannya, tapi karena kepalaku bisulan gede, kata mami segede telur bebek.

Oleh mami, kepala di pupuk daun yang di kunyah2 dulu, lalu di pasang perban. Belakangan aku tahu, itu adalah daun dewa, konon katanya ampuh menyembuhkan bisul.

Menurut mami, aku anak paling nakal diantara 4 anaknya, Milka kakakku yang 7 tahun lebih tua dariku, anak yang manis. Demikian juga Adoram, anak laki laki satu satunya. Adikku Melani, termasuk pendiam dan manis. Sementara diriku, selalu usil dan pingin tahu. SEbelum kepala bisulan ini, kata mami lagi…. kepalaku pernah berdarah darah juga, karena tertimpa lemari. Lho? Lemari sedang di cuci dan di jemur, kupanjat panjat, karena pintu2nya terbuka, dan raknya bisa di jangkau kakiku, karena beban berat di atas, lemari ini ambruk dan menimpaku.

Yang dilakukan mami sebagai PPPK saat itu, menjilati kepalaku untuk menghentikan perdarahan, katanya ada kulit kepala yang mengelupas. Nggak tahu, apakah di bawa ke dokter atau nggak. Kata mami lagi, ini membuktikan bahwa kepalaku bener2 keras (kepala batu!)

Saking nakalnya diriku, mami sering mengajakku kemanapun aku pergi, mungkin supaya nggak berulah macam macam di rumah. Ke pasar, ke Surabaya, ke mana saja, aku dalam gandengan tangannya.

Penampilanku bukan anak yang lucu dan menggemaskan, tapi anak dengan rambut kriwis2 jarang, plus pitak karena bekas bisul itu. Pitaknya juga berkilat luasnya lebih besar dari uang benggol. Berbagai upaya sudah dilakukan mami, agar rambutku tumbuh normal dan menyembuhkan pitak ini. Dari di pupuk sledri, kemiri, orang aring, tidak ada hasilnya.

Suatu hari waktu diajak ke pasar Gede, ada nenek yang melihatku dan komentar “Mesake (kasihan), anak wedhok kok pitak” si nenek kasi saran ke mami, supaya menggunakan pisau silet, yang di kerikkan di bagian pitak ini setiap hari. Pisaunya di kerik dalam keadaan tegak lurus.

Mami mengikutinya, katanya…beberapa hari, numbuh dua tiga titik rambut, terus di kerik lagi sampai licin, tumbuh lebih banyak titik rambut, terus… terus..terus… sampai akhirnya bagian yang pitak tidak licin lagi. Dan…. rambutku ikal pas di bekas pitak. Tambah besar, ternyata rambutku tambah tebal sedikit bergelombang dan kata Monika kapster langgananku, enak sekali menangani rambutku yang nurut.

Emang bener, aku jarang menyisir, cuma kalau perlu aja menyisir, habis keramas tidak perlu blow dry, di acak2 sampai kering, sisir dengan jari2, jadi deh!

Di tetanga sebelah, punya kolam ikan besar. Kolamnya di bangun dengan membuat tembok setinggi setengah meter. Isinya ikan gurame, karena tetanggaku buka rumah makan, mungkin ini gurame untuk sajian di restoran. Setiap main di situ sudah dipesan, tidak boleh naik dan nangkring di pinggir kolam ikan, berdiri saja di lantai biasa, toh tetap bisa melihat ikan2nya.

Tapi…karena bandel…ya nggak nurut, tetap berdiri di pinggiran kolam.
Pas becanda…lalu byuuur…. konon katanya, kepala duluan yang jatuh kayak atlet renang. Untung nggak berdarah darah lagi. Airnya pun butek kotor, karena kolamnya berlumut. Aku dihukum oleh mami tidak boleh main lagi, karena ini memalukan keluarga, mami di tegor oleh tetangga sebelah, mungkin ada ikan yang mati karena tertimpa diriku.

Lidah yang berdarah

Karena pabrik es juga di rumah, aku juga sering main di dekat mesin es. Mesin es masa itu terbuat dari kayu tingginya mungkin semeter, panjang bisa 5 atau 6 meter, lebarnya mungkin 2 atau 3 meter. Bangunan kayu ini, dalamnya di lapis seng atau aluminium, yang menutup pipa pipa yang mengalirkan udara dingin. Kotak ini di sekat2, ada yang berisi air garam pekat, untuk membekukan es mambo secara cepat, ada yang berupa frezer, untuk menyimpan es cream, dan ada satu kotak lagi khusus untuk mengaduk/membuat es cream lengkap dengan mesin pengaduk.

Selain kotak kayu gede ini, di sebelahnya ada dinamo yang menggemuruh yang bekerja mendinginkan mesin es gede, dari dinamo ke mesin es, ada pipa kuningan yang melingkar lingkar seperti obat nyamuk. Karena mesinnya bukan mesin otomatis, kalau sudah mencapai suhu tertentu, harus dimatikan, beberapa jam kemudian, harus di nyalakan lagi.

Salah satu tanda mesin harus di matikan adalah, pipa yang melingkar2 seperti obat nyamuk ini sudah tertutup oleh lapisan es beberapa milimeter tebalnya.

Bagiku es batu yang berbentuk seperti obat nyamuk ini sangat menarik, pingin rasanya menikmati es batu raksasa yang melingkar lingkar. Maka aku menjilat langsung es ini. Tahu apa yang terjadi sodara sodara?

Lidahku yang basah langsung lengket ke es yang kering membeku, aku tidak bisa teriak dan berkutik, karena paniknya….kutarik diriku menjauh dari es raksasa dan…. lidahku cuil…cuilannya tertinggal di pipa es, esnya berlumuran darah…dan…konon katanya….. sejak saat itu aku dikutuk mesin es yang sudah kunodai …. tidak bisa mengucapkan huruf ….Rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr….. seumur hidupku.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

32 Responses to KENAKALAN MASA KECIL

  1. cindil says:

    Waduh..kalah bandelnya nih…*asyik… mo kasih tau ke mbah ah …ini lho ada anak yg lebih badung dari cucunda hi hi hi*

  2. estherlita says:

    waduh…..gawatnya…ini mah nakal bangetttt. Tapi mengenang masa kecil koyone mulai terusik pada diri ya setelah umur cukup kayak gini iya gak ?

  3. elkaje says:

    cindil said: Waduh..kalah bandelnya nih…*asyik… mo kasih tau ke mbah ah …ini lho ada anak yg lebih badung dari cucunda hi hi hi*

    Kalau aku yang jadi mbah, langsung ngelus kepala sang cucu sambil bilang, “gak apa…nakal…yang penting pinter dan cuantik” :-))

  4. indbahar says:

    Mbak….kenangan masa kecil selalu indah ya….dan ternyata umum anak2 tuh kelakuannya hampir mirip2…tapi namanya anak kecil…kalau nggak nakal nggak lumrah kali…wong nalarnya belom sempurna…Jadi dengan mengenang masa kecil gini kita hanya mesem2 saja dong kalau anak kita rada2 nakal

  5. elkaje says:

    estherlita said: waduh…..gawatnya…ini mah nakal bangetttt. Tapi mengenang masa kecil koyone mulai terusik pada diri ya setelah umur cukup kayak gini iya gak ?

    iya nih, pernah aku critain ke anak2, malah dikemudian hari, ini dijadikan sejata oleh anakku. Kalau lagi kuomelin, mereka menjawab polos “tapikan….aku gak pernah memanjat lemari ma!” plaaak….kayak di tempelak deh diriku.

  6. elkaje says:

    indbahar said: Mbak….kenangan masa kecil selalu indah ya….dan ternyata umum anak2 tuh kelakuannya hampir mirip2…tapi namanya anak kecil…kalau nggak nakal nggak lumrah kali…wong nalarnya belom sempurna…Jadi dengan mengenang masa kecil gini kita hanya mesem2 saja dong kalau anak kita rada2 nakal

    Indri, kalau ada orang mengeluh “Heran deh…anak gue nakal banget” aku selalu tanya balik…”elu pingin anakmu diaaaam aja, nuruuuut aja?” amit2 dah! bersyukurlah anak2 jahil dan usil, karena mereka berkembang dan belajar dari situ.eh…omong2 soal anak nakal, aku lagi prihatin soal Raju, anak 8 tahun dipenjara bareng orang dewasa, karena berantem dengan temannya yang umur 14 tahun. Hakimnya cewek, muda, cantik, tapi kaku kayak robot. Kasus ini lagi jadi sorotan di sini. si Raju sampai trauma, dan menjerit2 histeris ketika di ajak masuk ke ruang sidang. Palu udah di ketok, putusannya Raju bersalah! Proses persidangan kayak persidangan orang dewasa!Kalau iklan HSBC Card “Jelajahi keunikan Indonesia” ini salah satu keunikan yang memprihatinkan. (sambil ngelus dada dan merunduk menggeleng…sedih banget)

  7. amadeus18 says:

    waduh baca judulnya udah serem nih Ci Ine, ternyata oh ternyata cerita ttg kenakalan Ci Ine waktu kecil, memrory yg tak pernah terlupakan ya, aku jadi inget waktu kecil, manjat pintu jatuh persis jidat duluan yg keubin hasilnya benjol sebesar telor ayam, tiap hari di kasih rebusan telor dibungkus handuk untuk kempesin benjolku sama popo.

  8. estherlita says:

    Kayaknya cuman saya yang gak mau cerita soal nakalnya saya jaman kecil ama anak, takutnya ya gitu jadi senjata ama anak…..Kalau ditanya, mama dulu nakal, saya cuman mesem2….padahal sejarah gak bisa dihapus, tapi bukunya udah ditutup dan dikunci….Biarlah itu jadi kenangan saya sendiri…..tapi kayaknya emang gak senakal Mbak Ine deh….he he he…..

  9. elkaje says:

    amadeus18 said: hasilnya benjol sebesar telor ayam, tiap hari di kasih rebusan telor dibungkus handuk untuk kempesin benjolku sama popo.

    Dewi, terus itu telur nggak boleh di makan ya? harus di buang ya?Huahaha….aku penah ngeyel, waktu di kasi tahu orang cara pengobatan pakai telur di glinding2 di atas bagian yang sakit, abis itu di suruh buang telornya, katanya telornya sudah menyedot penyakit kita. Aku nggak mau, dan bilang, mendingan telornya ku makan ketimbang di buang.

  10. indbahar says:

    elkaje said: Indri, kalau ada orang mengeluh “Heran deh…anak gue nakal banget” aku selalu tanya balik…”elu pingin anakmu diaaaam aja, nuruuuut aja?” amit2 dah! bersyukurlah anak2 jahil dan usil, karena mereka berkembang dan belajar dari situ

    Mbak In,aku setuju dengan ini,rasanya sedih kalau lihat anak yang diem tanpa ekspresi…dan nurut aja,seperti tdk ada kemauan sendiri…sebaliknya…sedih juga kalau ada orang yang komentar ttg anak kita..koq nakal sekali…pecicilan dlsb.Padahal kan masa kecil itu masa yang paling indah,jadi biarlah anak pecicilan dan nakal,asal masih dalam batasan normal dan wajar.Mungkin orang tuanya saja yg harus sadar kalau anaknya memang pecicilan,jadi kita sebagai ortu harus selalu waspada dan nyadar akan kelaluan anak kita,baik dirumah sendiri apalagi kalau lagi bertamu…hrs ekstra waspada kali ya…

  11. indbahar says:

    elkaje said: eh…omong2 soal anak nakal, aku lagi prihatin soal Raju, anak 8 tahun dipenjara bareng orang dewasa, karena berantem dengan temannya yang umur 14 tahun

    Beritanya dimuat dimana mbak,Kompas kah?

  12. elkaje says:

    cindil said: Waduh..kalah bandelnya nih…*asyik… mo kasih tau ke mbah ah …ini lho ada anak yg lebih badung dari cucunda hi hi hi*

    An, jangan lupa kasi tahu mbah juga ya, kalau aku belum pernah tukar tempat ama si abang beca atau naik delman duduk di punggung kuda tuh! hihihi…..kayaknya masih ada yang ngalahin gue deh!

  13. elkaje says:

    indbahar said: Padahal kan masa kecil itu masa yang paling indah,jadi biarlah anak pecicilan dan nakal,asal masih dalam batasan normal dan wajar.Mungkin orang tuanya saja yg harus sadar kalau anaknya memang pecicilan,jadi kita sebagai ortu harus selalu waspada dan nyadar akan kelaluan anak kita,baik dirumah sendiri apalagi kalau lagi bertamu…hrs ekstra waspada kali ya…

    Iya, selama nggak sampai kurang ajar. Untungnya rambu2 ini juga diajarkan dari kecil oleh ortuku. Senakal nakalnya diriku, nggak pernah kurang ajar atau ngerjain orang lain, biarpun lebih muda dari ku.

  14. elkaje says:

    indbahar said: Beritanya dimuat dimana mbak,Kompas kah?

    di semua media ada, TV, radio, koran. Mungkin kompas Cyber juga ada In.

  15. fjaco says:

    mbak Ine bener2 punya rasa ingin tahu yang besar yaaa..tapi untung aja fungsi perasa lidah mbak Ine masih berfungsi dengan baik🙂 kalau aku waktu kecil dulu tomboy banget, mainannya aja senapan, mobil2an.. pas sekarang ngadepin Callis yang juga tomboy jadi bingung, soalnya dulunya khan aku juga tomboy jadi ga adil gitu lho kalo selalu ingetin dia kalo dia itu cewek..parahnya kebanyakan teman2 mainnya adalah cowok😦

  16. elkaje says:

    fjaco said: pas sekarang ngadepin Callis yang juga tomboy jadi bingung, soalnya dulunya khan aku juga tomboy jadi ga adil gitu lho kalo selalu ingetin dia kalo dia itu cewek..parahnya kebanyakan teman2 mainnya adalah cowok😦

    Fem,Callis kalau kulihat, masih terlihat cewek banget, nyatanya masih modis, masih main rumah2an. Jangan terlalu dikuatirkan. Masih wajar banget tingkat tomboynya:-)

  17. fjaco says:

    memang sih mbak..tapi itupun pakai rok maunya yang rok celana, susaaaaaahhh banget ngebujukinnya buat pake the real rok.. kalo di depan dia ada rumah2an dan mobil2an, dia tuh milihnya main mobil2an gitu lho.. makanya kadang aku suka umpetin aja mobil2an atau mainan cowok yang lainnya, jadi kalo pas main di rumah khan ga ada pilihan lain, untungnya sih dia mau aja🙂

  18. estherlita says:

    Ine, baca tentang pabrik es, saya jadi inget waktu winter di londo sana, ada anak kecil kan naik bis, tapi karena waktu itu suhu -16 jadi kaca bis sangat dingin, nah si anak tsb menjulurkan lidahnya ke kaca bisa, ditempelkan, ya langsung juga gak bisa lepas….sampai kaca bis tsb dibanjur air baru lidah anak itu bisa lepas….memang bahaya yang gak disangka ya ? Kejadian tsb tahun berapa sih ? kok kayaknya mesin esnya betul2 tempo doeloe…atau memang masih gitu ya sekarang ? ( taunya mesin embuat es yang bisa rontok esnya sendiri itu sih….)

  19. elkaje says:

    estherlita said: ….memang bahaya yang gak disangka ya ? Kejadian tsb tahun berapa sih ? kok kayaknya mesin esnya betul2 tempo doeloe…atau memang masih gitu ya sekarang ? ( taunya mesin embuat es yang bisa rontok esnya sendiri itu sih….)

    kayaknya antara tahun 67-69 gitu mbak. Karena pengalaman itu, aku juga ajarkan ke anak2, jangan sembarang tergoda pegang kalau tangan basah, atau malah menjilat. Es batu yang sangat kering baru keluar dari lemari es saya suruh pegang. begitu tahu lengket, kita siram air. kita kan nggak tahu, ntar anak2 mencoba2, misalnya di ice world gitu.

  20. makanenak says:

    Antara serem dan geli baca kisah masa kecil Ci Ine. Apa bener kalau insiden es itu penyebab Ci Ine tidak bisa mengucapkan huruf R? Lidahnya kecuil banyak gitu? Atau mungkin shock/trauma penyebabnya?Seingat saya, saya nggak terlalu nakal waktu kecil. Jahil iya. Sebagai cucu dan anak tertua, saya suka menjahili sepupu-sepupu yang lebih kecil. Jadi kepala suku jahil. Ada sepupu saya yang suka nangis berjam-jam. Makin dia nangis, makin saya jahilin. Begitu juga sepupu yang suka berantem, saya buat makin rame. Sekarang sepupu-sepupu saya sudah besar semua. Tidak bisa dijahilin lagi. Sudah pinter, he…he…he….

  21. elkaje says:

    makanenak said: Antara serem dan geli baca kisah masa kecil Ci Ine. Apa bener kalau insiden es itu penyebab Ci Ine tidak bisa mengucapkan huruf R? Lidahnya kecuil banyak gitu? Atau mungkin shock/trauma penyebabnya?

    mungkin iya…mungkin enggak. tapi lumayan banyak tuh darah berceceran, dan cuwilan lidahnya nggak tahu segede apa.

  22. mayaekt says:

    hehehe….. kayak anakku yang nomor 2 iseng , sayangnya dia penakut…jadi masih banyak selametnya… kalo kakaknya pendiam, tapi curious banget, jadilah…. banyak menjadi korban…gigi bisa putus lah….. mata bisa berdarah2 lah…. untung anak laki…. Lha Ci Ine khan ini perempuan? kalo aku jadi mamanya, bisa klojotan kali punya anak perempuan kayak Ci ine…. hehehehe

  23. elkaje says:

    mayaekt said: Lha Ci Ine khan ini perempuan? kalo aku jadi mamanya, bisa klojotan kali punya anak perempuan kayak Ci ine…. hehehehe

    hahaha…iya.. barangkali dulu mamiku was2 thp diriku May

  24. ishootraw says:

    lho …sama… lidah saya juga pernah kecuil gara gara menjilat besi frezer kulkas…

  25. elkaje says:

    ishootraw said: lho …sama… lidah saya juga pernah kecuil gara gara menjilat besi frezer kulkas…

    toooos :-)))

  26. mayaekt says:

    baca lagi ceritanya, masih tetep lucu….tapi masih tetep berpikiran amit amit punya anak kayak ci Ine, hehehehe…..

  27. elkaje says:

    mayaekt said: amit amit punya anak kayak ci Ine, hehehehe…..

    WAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKK:-))

  28. ricvie22 says:

    Ci Ineeee….serem ah kok sampe lidah’e isa cuil gitu? ada2 aja. Tapi aku juga waktu kecil bandel kok, hehehe….

  29. nanakar says:

    Apa kabar Cik Ine, lama nih ga jumpa di dunia maya. Semoga Tuhan selelu memberkati tacik sekeluarga.Saya selalu aja seneng baca cerita2 tacik walau udah lama saya ga berkunjung, tapi kalo ada kesempatan pasti tak liati ada apa yg baru.Ternyata kegiatan tacik banyak ya waktu kecil :)Salam utk keluarga.

  30. elkaje says:

    hallo Na, kabar baik.aku juga udah lama gak update blog, lagi kurang waktur rasanya, trus juga ide buat nulis mampet. hehe… thks ya, salamnya ntar di sampaikan.apa kabarmu sekarang?

  31. nanakar says:

    Kabar saya juga baek2 cik.Emang ya, kadang2 kita bisa stuck, ga bisa mikir, ga ada ide apa2 :)Kayak sekarang saya lagi mampet ide utk masak apa sampe muter2 ke itu2 aja. Akhirnya jalan yg saya ambil, masak nasgor. He he he…jadi anak2 ku wes pada ngerti cik, kalo mamanya masak nasi goreng berarti wes buntu.Perasaan sih, aku sudah ambil banyaaaak sekali resep2 dr internet. Punya cik Ine banyak yg aku jadikan panduan, punya cik Stella juga yg laen2.Sampe copyan resep2 tsb ada 3 bundel dg tinggi masing2 20cm loh.Kadang kalo dah jutek beneran, aku suruh mereka makan luar aja dan aku sendiri bikin nasi dg sambel pencit…rasane sedaaap gituSekarang ini lagi mikir mau bikin bludernya tacik, tapi masi mikir, krn aku ga punya mesin dan cetakan bluder. Kalo telornya aku kurangi separoh dan aku cetak aja di loyang bunder biasa (jadi nanti makannya diiris aja ) bisa jadi ga ya?Oh ya aku nemu resep bluder dg telur cuman 2 biji aja, bisa jadi enak ga ya?Thanks cik Ine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s