Bombom juga mencium

Kog ya pas berdekatan dengan kejadian Rachel……sekalian di critain

Setelah tempo hari cerita tentang anak anak specialku, Robot dan Hercules, Kali ini, Bombom (bukan nama sebenarnya). 6 tahun. Aku mengajar di sekolah minggu kelas 1 sejak bulan juli lalu, dan telah mengenal anak2 di kelas ini lebih dekat. Ada beberapa anak yang butuh perhatian khusus. Yang paling special bagiku adalah Bombom.

Bombom pernah jadi muridku ketika masih bayi sampai umur 3 tahun, ketika aku mengajar di kelas Batita (Bawah tiga tahun). Seperti layaknya anak2 umur batita, yang lagi kemaruk jalan jalan, Bombom tak berbeda dengan teman2nya. Masa itu malah ada yang lebih agresif, menggigit, memukul, tapi Bombom tidak agresif.

Tahun ajaran ini, aku kembali bertemu dengan Bombom, yang sudah bisa baca tulis, bisa diajak ngobrol, dan bisa ngisengin orang lain. Aku perhatikan, Bombom berbeda dari teman2 sekelasnya. Dia tidak mau ngumpul dengan temannya. Kalau duduk, pilih duduk sendiri di trap di bawah papan tulis, atau di meja guru. Tapi ketika dia bersosialisasi dengan teman-temannya, sering terjadi kekerasan, misalnya, saling berebut barang, berebut kursi,
memukul. Tidak selalu Bombom yang memulai memukul, tapi bisa aja Bombom yang
memanas manasi.

Ibu Surianti, senior dan teman mengajarku, yang telah memengang kelas ini sejak anak2 di TKB, memberitahuku perihal Bombom ini. Orang tua Bombom sering komunikasi dengan ibu Sur, bahwa Bombom memang sedang menjalani terapi. Problemnya memang disampaikan, tapi ibu Sur tidak ingat, apa masalah yang dialami Bombom, tetapi kedua orang tua sangat terbuka dan selalu menjalin komunikasi dengan ibu Sur. Syukurlah….

Minggu kemarin, tidak seperti biasa, Bombom tenang di kelas. Dia mau duduk di kursi
paling depan. Benar2 paling depan, karena dia menarik sendiri kursinya, di depan deretan paling depan. Dia duduk sendiri. Di belakangnnya, deretan anak2 perempuan. Bombom bisa duduk manis setengah jam pelajaran, karena sambil duduk, tangan kanannnya terjulur kebelakang, berpengangan tangan dengan Dina. Dina sendiri anak manis, menurut pengamatanku.

Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku pikir, selama dia tenang, dan ‘cuma’ gandengan, itu tidak berlebihan. Karena kelas kami telah membengkak jumlah anaknya, rata rata kehadiran 50 orang anak, maka kami memecah kelas ketika akan penyampaian firman atau melakukan aktivitas supaya bisa dikuasai anak2nya, dan pelajaran bisa disampaikan dengan baik.

Nah…setengah anak2 pindah kelas, aku berada di kelas yang ada Bombom dan Dina. Aku bercerita tentang raja Ahab dan kebun anggur Nabot, anak2 diam dan mengikuti kemana aku melangkah dan mendengar dengan seksama. Termasuk Bombom. Bagiku ini sangat special, karena biasanya Bombom tukang menyahut dan komentar.

Bombom duduk sebelah Dina, sebelah tangannya memeluk bahu Dina. Dina sendiri seperti tak terusik. Makin lama kepala Bombom makin rebah ke bahu Dina, lalu merosot ke dada Dina. Dina masih tak terusik, karena matanya melihat padaku….terpesona dengan cerita. Sesaat, Bombom menengadahkan kepala, seperti sengaja mendekatkan hidung dan wajahnya ke wajah Dina. Deg…..aku merasa…harus diakhiri.

Aku membuat ilustrasi sesuai cerita itu, bahwa aku sedang menginginkan tas yang di bawa Bombom. Aku bilang, “boleh nggak tasmu di minta ibu?” Bombom menggeleng. Laku aku menggoda Bombom, dan merebut tas tersebut. sambil aku bilang “menurutmu, bagimana kelakuan ibu ini terhadap Bombom?” “Bagaimana perasaan Bombom?” “seperti siapakah kelakuan ini?” (raja Ahab terhadap Nabot) Biasa….di kelas terjadi interaksi biar nggak bosen pasif terus.

Bombom memang menegakkan tubuhnya, dan berakting menangis ketika aku menanyakan Bagaimana perasaan Bombom kalau barangnya di rebut. Kelas jadi hidup.

Lalu….ketika aku mereview lagi…. Bombom sudah menempelkan hidungnya di pipi Dina sambil merem, dan bukan cium sesaat, tapi kayak orang tidur….tapi wajahnya menempel ke wajah Dina.

Ya ampun….aku cuma tahu harus memisahkan mereka dan mencegah Bombom melakukan itu lagi. Dina sih diam aja, seolah tidak terjadi apa-apa karena asyik mengikuti cerita. Tapi…. aku sungguh tak tahu, apa yang ada di benak Bombom sekaligus Dina. Mungkin mereka tak menyadari, tapi justru sebelum di sadari itulah, kita harus menolongnya.

Setelah bubaran kelas, aku tanya ke Bombom, kenapa senang dekat dekat Dina? katanya.. Dina itu anak baik tak pernah nakal padanya. Kenapa Bombom tadi mencium Dina?
katanya…”enggak kog, aku cuma tidur aja dekat ama Dina.” Hm…mungkin Bombom memang tak tahu apa yang dia perbuat.

Aku bikin laporan ini ke pembimbingku, karena pembimbingku juga menjadi pembimbing di sekolah Bombom dan Dina. Aku minta tolong ini di amati, dan di tangani, di sekolah, di rumah, di tempat teraphy. Supaya kami semua bisa tahu harus bertindak apa untuk mendukung teraphy Bombom dan melaporkan semua kejadian yang ‘menyimpang’.

Temanku ibu Surianti yang akan menghubungi mama Bombom, karena selama ini komunikasi telah mereka jalin bersama.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

36 Responses to Bombom juga mencium

  1. lamra says:

    jadi kangen ngajar sekolah minggu nih mbak :=)

  2. estherlita says:

    ih kok perilaku anak2 megerikan gini sih mbak ?ada2 aja yang mengarah kesana…..bikin serem aja…

  3. evimeinar says:

    haiyaaaaaa ini anak2 skrg knp yahh? tumbuh lebih cepat

  4. vindara says:

    Hiy….serem amat ya anak2 sekarang. Mudah2an anakku ga pada begitu deh..

  5. phitree says:

    haaaaaaaaa ????? ….

  6. kruyfie says:

    oh anak anak pitik jaman sekarang koq kelakuannya seperti para doggy saja, anjing2ku itu juga suka mencium – cium…tapi nggak diajarin jilat jilat..aih

  7. jrdd says:

    Faktornya mecem2 nih.. bisa jadi kebanyakan nonton film ato bisa juga ada yg “ngajari”, mungkin ortunya ga tau.. Gaulnya itu lho, ama sapa? ada oom, tante, pembantu, tetangga.. hh.. ngeri ya mikirin anak2 tar pd gimana??

  8. annisa4482 says:

    aduhhh anak2 skrg.. perlu dipikirin solusinya ya…

  9. foodngarden says:

    mbak ineeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!! kangen!!!

  10. awp2005 says:

    aduh lucu sekaligus kasian nih si Bombom🙂

  11. helvinrita says:

    jadi penasaran.. benernya apa sih ya yang dibenak anak-anak sekarang??

  12. glennsean says:

    dari keluarga dan pergaulan anak-anak banyak menjiplak tingkah laku.

  13. inigueatiek says:

    Cie Ine, kasian si bombom, dia dalam terapi, bukan kesalahan dia kalo kelakuan kaya gitu. Untung cie Ine tau masalah dia. Maju terus Cie. TUHAN memberkati

  14. marienapayne says:

    Ya ampunnnnnnnnnnn…ternyata anak anak sekarang mengerikan ya Ine…..

  15. dewijoris says:

    Jadi merenung…PR untuk mendidik anak-anak ternyata buanyak dan berattt….semoga Tuhan memampukan kami selalu *praying*Salut sama Mbak Ine yang cepat tanggap dengan kondisi seperti ini. Semoga saja masalah bombom segera beres

  16. cusson90 says:

    wuahhhh😦 salut deh bisa tanggap dengan sikapnya si bom bom….anak2 jaman sekarang…mmm….mengerikan ya ?

  17. cutyfruty says:

    Aduh ngeri juga nih….. kebayang sulitnya ngasuh anak pada jaman sekarang.

  18. nonot says:

    Aduh..kok sekarang serem gini ya…Jadi was-was…

  19. elkaje says:

    lamra said: jadi kangen ngajar sekolah minggu nih mbak :=)

    ayuk…sambil praktek…sambil belajar Lamra.

  20. elkaje says:

    estherlita said: ih kok perilaku anak2 megerikan gini sih mbak ?ada2 aja yang mengarah kesana…..bikin serem aja…

    kayaknya…bawaan dari lahir mbak atau…semacam ADHD atau autis gitu…tapi nggak separah itu.

  21. elkaje says:

    evimeinar said: haiyaaaaaa ini anak2 skrg knp yahh? tumbuh lebih cepat

    selain itu…banyak dapat informasi dari segala sumber yang susah terkontrol Pep

  22. elkaje says:

    vindara said: Hiy….serem amat ya anak2 sekarang. Mudah2an anakku ga pada begitu deh..

    ya…tergantung lingkungan juga tuh Han

  23. elkaje says:

    kruyfie said: oh anak anak pitik jaman sekarang koq kelakuannya seperti para doggy saja, anjing2ku itu juga suka mencium – cium…tapi nggak diajarin jilat jilat..aih

    kalau kita bergaul ama anak anak….akan lihat banyak sekali kasusnya Lucy, yang aku critain ini cuma dari yang kutemui aja. Cerita2 teman lain juga banyak. makin ke sini…trendnya makin banyak.

  24. elkaje says:

    jrdd said: Faktornya mecem2 nih.. bisa jadi kebanyakan nonton film ato bisa juga ada yg “ngajari”, mungkin ortunya ga tau.. Gaulnya itu lho, ama sapa? ada oom, tante, pembantu, tetangga.. hh.. ngeri ya mikirin anak2 tar pd gimana??

    iya….ini yang bikin ngurut dada….

  25. elkaje says:

    annisa4482 said: aduhhh anak2 skrg.. perlu dipikirin solusinya ya…

    kalau saja tiap orang tua menyadari sedari dini…mungkin lebih gampang intervensinya.

  26. elkaje says:

    foodngarden said: mbak ineeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!! kangen!!!

    samaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  27. elkaje says:

    awp2005 said: aduh lucu sekaligus kasian nih si Bombom🙂

    iya…ini beda kasus dengan si Owen, lagian Bombom masih dalam teraphi

  28. elkaje says:

    helvinrita said: jadi penasaran.. benernya apa sih ya yang dibenak anak-anak sekarang??

    Kalau bombom ini memang anak yang butuh perhatian khusus. Aku nggak tahu apa istilahnya. tapi sejenis autis, adhd atau semacam itulah Rit.

  29. elkaje says:

    glennsean said: dari keluarga dan pergaulan anak-anak banyak menjiplak tingkah laku.

    bisa jadi Tik

  30. elkaje says:

    inigueatiek said: Cie Ine, kasian si bombom, dia dalam terapi, bukan kesalahan dia kalo kelakuan kaya gitu. Untung cie Ine tau masalah dia. Maju terus Cie. TUHAN memberkati

    makasih ya Tiek, aku nggak kerja sendirian, jadi….teman2 juga saling support dan mendoakan anak2 macam bombom

  31. elkaje says:

    marienapayne said: Ya ampunnnnnnnnnnn…ternyata anak anak sekarang mengerikan ya Ine…..

    iya Rien, salah makan, salah obat, salah lingkungan juga kali ya…..

  32. elkaje says:

    dewijoris said: Jadi merenung…PR untuk mendidik anak-anak ternyata buanyak dan berattt….semoga Tuhan memampukan kami selalu *praying*Salut sama Mbak Ine yang cepat tanggap dengan kondisi seperti ini. Semoga saja masalah bombom segera beres

    thks ya Dewi, kayaknya ini rada berat. entah karena apa….kalau aku liat..adik si bombom yang pernah jadi muridku…juga bermasalah. wajahnya tanpa ekspresi dan diaaaaaam aja, tapi begitu marah…mengerikan.ini sharing temanku yang jadi guru adik si bombom.

  33. ningnong says:

    mbak, Bombom mungkin kebanyakan nonton sinetron ya…

  34. vaniahuebsch says:

    wah bombom sdh dewasa sebelum waktunya

  35. kutuwell says:

    Cie Ine, menurut pendapatku, mungkin kalo anak kecil itu lebih menghandel secara naluri. Kalo anak cowok liat anak cewek manis, pas selera, naluri untuk diminati langsung “on”. Bisa jadi si Bombom cuman pengen cuddle dgn Dina, secara naluri juga. ????

  36. elkaje says:

    Bisa jadi…Bombom kan anak istimewa yang memang perlu perhatian khusus tuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s