Menyusuri masa lalu : Kubur tak selalu di dalam tanah

Engkongku meninggal tahun 1972, tanggalnya lupa. Umurnya 83 tahun. Ada seorang anggota jemaatnya yang memberikan kuburan buat engkong di area kerkop.

Kerkop ini kayaknya dari bahasa Belanda, tapi dah di Indonesiakan. Di Semarang lokasinya jl Raden Patah, di seberang pabrik jamu Ny Meneer.

Kuburan ini sudah ada sejak lama, ada yang dikuburkan dalam tanah, ada yang tidak. Aku sudah pernah menceritakan sebagian pada journalku yang lalu. http://elkaje.multiply.com/journal/item/64

Yang tidak dikubur dalam tanah, dibuatkan bangunan bersusun, bisa sampai 3 atau 4 susun. Peti mati di masukkan dalam tiap lubang, lalu di tutup dengan bata dan nisan marmer.

Kuburan engkong ini, di sediakan untuk berdua dengan emak. Dan memang cukup menampung 2 peti. Kuburan ini berupa satu bangunan tersendiri, yang terdiri dari 3 unit kubur berjajar. Yang di tengah, si empunya kuburan tsb dan memberikan satu kaplingnya di sebelah kiri untuk emak dan engkong.

Fotonya sudah sangat buram, mudah2an masih bisa bercerita, bahwa seperti
inilah kubur yang tidak di dalam tanah.

Mungkin kubur macam ini, meniru kubur jaman dulu, yaitu kubur dalam goa. Masa itu, kuburan yang jarang di tengok, dengan gampang di bongkar, diambil petinya, atau mungkin juga perhiasan2 yang dikenakan pada jenasah.

Ketika emak meninggal 7 tahun kemudian, pintu kubur di bongkar lagi, peti mati engkong di geser kepinggir, dan peti mati emak di taruh di sebelahnya. Kain tulle penutup petinya masih seperti ketika engkong di kuburkan.

Bahkan di pertengahan tahun 85-an tanah kuburan tsb kena gusur, kedua peti mati ini masih utuh, dan kami langsung mengkremasikan kedua jenasah tsb.

Ini foto suasana dalam gedung gereja, sesaat sebelum pemberangkatan jenasah ke kuburan. Diantara kaki mami, tampak kaki Melany adikku yang tertidur di kursi.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

24 Responses to Menyusuri masa lalu : Kubur tak selalu di dalam tanah

  1. estherlita says:

    kalau gak salah kata kerkop itu asalnya dari kerkhoft, kerk itu artinya gereja, hof itu kebun.Jaman dulu kan emang kuburan selalu adanya dihalaman gereja, jadi namanya itu….padahal sekarang dah bukan dihalaman gereja tetep aja namanya itu atau kali gerejanya dah gak ada lagi tapi tempatnya tetep sama namanya…Digusur lalu buat apa tanah eks pekuburan itu ?kalau buat mall mah jadi inget yang bekas kuburan menteng pulo kan dibuat mall dan apartemen ya ? duhhh kebayang aja…parkir di basement malam sendirian….*penakut*

  2. elkaje says:

    estherlita said: kalau gak salah kata kerkop itu asalnya dari kerkhoft, kerk itu artinya gereja, hof itu kebun.Jaman dulu kan emang kuburan selalu adanya dihalaman gereja, jadi namanya itu….

    kalau nggak salah, kerkop selalu kuburan orang kristen. jadi bener analisa mbak Esther ini.Nggak tahu sekarang dijadikan apa tuh bekas kuburan.

  3. orientale says:

    oooodi sini jg masih banyak kuburan di tembok, ada yg sendirian, ada juga yg dibikin model villa buat rame2 sekeluarga, jadi bagi yg belom meninggal juga bisa beli dulu sekalian ama keluarganya…. ihhh seram kalo dipikir2 ya….disitulah tempat kita nantinya hahahaha

  4. kuenyaoyan says:

    kalau ngga dikubur dalam tanah jasadnya di balsam gitu ya mbak ?

  5. elkaje says:

    orientale said: oooodi sini jg masih banyak kuburan di tembok, ada yg sendirian, ada juga yg dibikin model villa buat rame2 sekeluarga, jadi bagi yg belom meninggal juga bisa beli dulu sekalian ama keluarganya…. ihhh seram kalo dipikir2 ya….disitulah tempat kita nantinya hahahaha

    aku dulu membayangkan spt itu Yam, kog nggak berperasaan, emakku masih hidup di nisannya udah di tulis namanya, tanggal meninggalnya aja di kosongin. Karena nisannya jadi satu dengan engkongku sekalian bikinnya.bbrrrrrr………mrinding ah.

  6. elkaje says:

    kuenyaoyan said: kalau ngga dikubur dalam tanah jasadnya di balsam gitu ya mbak ?

    enggak Yan…gak dibasam. ntar juga membusuk, mengering, cuma nggak belepotan tanah.aku liat sendiri ketika kuburan kena gusur dan akan di kremasikan.jasad engkongku sudah tinggal tulang berpakaian lengkap. Jasad emak masih ada kulitnya, rambut masih utuh.

  7. agneswollny says:

    Kalau tak salah kerkop didaerah situ, sudah jadi perumahan dan pertokoan.

  8. elkaje says:

    agneswollny said: Kalau tak salah kerkop didaerah situ, sudah jadi perumahan dan pertokoan.

    Bisa jadi…tapi daerah situ sekarang jadi langganan banjir air pasang

  9. cindil says:

    eh.. aku tau lokasinya hi hi hi…. banyak keluarga yg dimakamkan disitu juga.

  10. phitree says:

    mbak Ine, kerkop kan sekarang udah gag ada … kayaknya makamnya udah pada dipindah ke komplek pemakaman Kedung Mundu dech … trus, bekasnya sekarang dijadikan pasar ikan hygienis … cuma mpe sekarang belum ada yang mau jadi pengelolanya … padahal gedungnya udah jadi lho …

  11. kruyfie says:

    bethul kata mbak Est, Kerkop itu artinya kuburan di halaman gereja, sepertinya ini tradisi bangsa barat ( european ) yg dibawa oleh belanda sewaktu masuk ke Indonesia, karena namanya juga kerkhof yah sudah tentu ini kuburan untuk orang beragama kristen.., sedikit sharing cerita di Belanda sini keluarga kerajaan juga nggak dikubur di dalam tanah, tapi di basement / ruang bawah tanah Nieuwe Kerk di kota Delft. hal ini bermula dari nenek moyang keluarga kerajaan yaitu Pangeran Willem van Oranje yg dimakamkan disana pada thn 1584 sampai yg terakhir di makamkan disana Pangeran Bernard * suami ratu Juliana * pada tahun 2004 yg lalu.

  12. rinycolin says:

    Di daerahku sini (Scarborough ,Toronto) masih banyak gereja yg ada kuburan di halamannya.Tapi ndak nambah lagi penghuninya. Maksudnya penghuni yg dulu2 aja, ndak dipindahin, tetap di situ. Ada yg dekat mal lagi.

  13. ellytjan says:

    Nasib kejadian penggusuran kuburan engkong Ine sama dengan kuburan engkong dan emak saya. Hanya saya tidak diberi tahu bilamana engkong dan emak saya di kremasi. Sudah menjadi rumah2 penduduk. Benar yang dikatakan Esther asalnya kata bahasa Belanda Kerkhoft.

  14. haleygiri says:

    Commentku rada gak nyambung niii… aku geli ngliat mode fashion perempuan2 jaman itu (foto pas di gereja)… mini dan tanpa lengan. Seksi juga yaaa…

  15. cusson90 says:

    Mungkin kalo kuburan nya kayak gini..petinya tetep bersih n awet kali yah…mayatnya juga ?? hmmm….foto2nya antik🙂

  16. elkaje says:

    cindil said: eh.. aku tau lokasinya hi hi hi…. banyak keluarga yg dimakamkan disitu juga.

    udah kena gusur tuh An

  17. elkaje says:

    phitree said: mbak Ine, kerkop kan sekarang udah gag ada … kayaknya makamnya udah pada dipindah ke komplek pemakaman Kedung Mundu dech … trus, bekasnya sekarang dijadikan pasar ikan hygienis … cuma mpe sekarang belum ada yang mau jadi pengelolanya … padahal gedungnya udah jadi lho …

    gitu ya?? aku dah nggak pernah liat daerah situ lagi sejak penggusuran.

  18. elkaje says:

    kruyfie said: bethul kata mbak Est, Kerkop itu artinya kuburan di halaman gereja, sepertinya ini tradisi bangsa barat ( european ) yg dibawa oleh belanda sewaktu masuk ke Indonesia, karena namanya juga kerkhof yah sudah tentu ini kuburan untuk orang beragama kristen.., sedikit sharing cerita di Belanda sini keluarga kerajaan juga nggak dikubur di dalam tanah, tapi di basement / ruang bawah tanah Nieuwe Kerk di kota Delft. hal ini bermula dari nenek moyang keluarga kerajaan yaitu Pangeran Willem van Oranje yg dimakamkan disana pada thn 1584 sampai yg terakhir di makamkan disana Pangeran Bernard * suami ratu Juliana * pada tahun 2004 yg lalu.

    thks Lucy, jadi tahu asal muasalnya kerkhof.

  19. elkaje says:

    rinycolin said: Di daerahku sini (Scarborough ,Toronto) masih banyak gereja yg ada kuburan di halamannya.Tapi ndak nambah lagi penghuninya. Maksudnya penghuni yg dulu2 aja, ndak dipindahin, tetap di situ. Ada yg dekat mal lagi.

    tentram ya. kalau di sini…kuburan di gusur2 bikin nggak tenang yang meninggal dan keluarganya.

  20. elkaje says:

    ellytjan said: Nasib kejadian penggusuran kuburan engkong Ine sama dengan kuburan engkong dan emak saya. Hanya saya tidak diberi tahu bilamana engkong dan emak saya di kremasi. Sudah menjadi rumah2 penduduk. Benar yang dikatakan Esther asalnya kata bahasa Belanda Kerkhoft.

    iya bu..di sini sering kuburan kena gusur. maka banyak yang bilang, hidup susah…mati juga susah.

  21. elkaje says:

    haleygiri said: Commentku rada gak nyambung niii… aku geli ngliat mode fashion perempuan2 jaman itu (foto pas di gereja)… mini dan tanpa lengan. Seksi juga yaaa…

    kamu dah lahir belum tahun itu??? hehehehe…. emang modenya lagi simple gitu Haley.

  22. elkaje says:

    cusson90 said: Mungkin kalo kuburan nya kayak gini..petinya tetep bersih n awet kali yah…mayatnya juga ?? hmmm….foto2nya antik🙂

    mayatnya sih…sama2 membusuk Len, cuma butuh waktu lebih lama ketimbang yang di dalam tanah.

  23. Beruntung untuk kuburan yang diatas (tidak dalam tanah) masih kering. Kuburan papi saya yang dikubur dalam tanah, waktu dibongkar sudah terendam air. Hal ini karena kerkop yang di Raden Patah itu dekat laut. Jadi air laut semakin lama semakin merembes ke daratan.

  24. elkaje says:

    greenhouse544 said: Beruntung untuk kuburan yang diatas (tidak dalam tanah) masih kering. Kuburan papi saya yang dikubur dalam tanah, waktu dibongkar sudah terendam air. Hal ini karena kerkop yang di Raden Patah itu dekat laut. Jadi air laut semakin lama semakin merembes ke daratan.

    ooh..gitu ya? daerah situ katanya sekarang udah sering kena rob juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s