Kehormatan si Oom William

re_buku_picture_86485

Baru saja aku selesai membaca buku “Man of honor, Kehidupan, semangat dan kearifan William Soeryadjaya”

William Soeryadjaya, yang selama ini hanya aku ketahui sebagai pendiri Astra Internasional, kali ini kisah hidupnya secara lengkap dipaparkan di buku setebal 689 halaman ini.

Si Oom yang menjalani kehidupan yang keras, selalu optimis dan berani mengambil resiko, meski beberapa kali mengalami kejatuhan.  Beliau menemukan Tuhan justru pada suatu kejatuhannya, di Penjara di Banceuy. Kehidupan spiritualnya pun berubah, menjadi orang yang religius, dan mendasarkan setiap perilaku dan keputusannya pada ajaran Kasih Yesus.

Kesuksesannya dalam membangun Bisnisnya, menjadikannya orang terkaya nomor 2 di Indonesia, tak merubah perangainya yang murah hati dan pengasih. Salah satu tujuannya membangun bisnis adalah menciptakan lapangan pekerjaan seluas luasnya. Si Oom sangat aktif menangkap peluang untuk mengembangkan bisnisnya. Ia tidak ingin sejelek apapun perusahaannya sampai melakukan PHK.

Kejatuhannya yang paling dalam di sejarah hidupnya, ketika terjadi kasus Bank Summa tahun 1992. Tapi ini hanya kejatuhan materi, tidak membuat si Oom jatuh harga diri dan berubah karakternya. Dia masih tetap menjadi orang yang murah hati dan penuh kasih.

Kasus bank Summa ini juga menunjukkan, bahwa si Oom bukan superman, bukan orang sempurna, beliau orang yang keras kepala, yang mungkin terlalu percaya diri, bahwa setiap masalah pasti bisa diatasi. Ya, memang bisa dan telah diatasinya, beliau tetap melakukan pembayaran kepada deposan yang baru selesai di lakukan 8 tahun setelah bank Summa di likuidasi, tapi ini adalah masalah yang sangat besar, melibatkan uang yang sangat banyak, yang membuat si Oom harus merelakan melepas seluruh sahamnya di Astra Internasional.

Ini semata-mata karena Oom tidak memikirkan diri sendiri, tetapi mengutamakan kepentingan publik, supaya para pemegang saham tidak di rugikan. Kehormatan dan kemuliaan sebagai seorang William Soeryadjaya di ukur lebih dari segala harta kekayaannya. Beliau rela kehilangan semua hartanya, tapi tetap menjaga kehormatan dan nama baiknya.

Meski jatuh sangat dalam, beliau tak kehilangan semangat dan mimpinya. Si Oom tetap bekerja, mencari peluang bisnis, mengurus perusahaan2 kecilnya yang di luar astra, dan memimpikan membangun Astra kecil. Hal ini dilakukan sampai raganya tak mampu lagi.

Ada banyak hal yang aku pelajari dari membaca kisaah hidup si Oom, bahwa  roda kehidupan terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Satu hal yang tak pernah berubah adalah Imannya pada Tuhan, dan karakternya yang tak memikirkan diri sendiri. Kearifan yang langka dijumpai di masa kini di negeri ini.

This entry was posted in Buku and tagged . Bookmark the permalink.

8 Responses to Kehormatan si Oom William

  1. silvia says:

    wadow Ci..tebel amat…berarti matanya udah sembuh total ya…sukur deh…jadi pengen baca nih

    • ine elkaje says:

      Silvia, mata sih ndak sembuh, ndak balance kiri dan kanan, yang satu plus yang satu minus. hehehe.. ya harus pake kacamata terus nih.

  2. eddyjp says:

    Sangat inspiratif, kapan kapan pinjam bukunya ya Ne..he.he.he.

  3. tinsyam says:

    beliau orang yang langka di negri ini.. *salim..

    • ine elkaje says:

      bener mbak, saya berharap banyak orang bermartabat seperti oom william menjadi pemimpin negeri ini

  4. herman says:

    baca nya berkali kali spy meresap sbg inspirasi dr dalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s