Sendok yang Sepele itu.

aku pernah cerita soal teman kost yang malas mencuci piring dan sendok di sini

Rupanya kejadian sendok hilang…. sendok habis, terjadi juga di tempat kerjaku ini.

Aku senang makan siang bareng, kumpul-kumpul sambil ngobrol-ngobrol, karena pendekatan secara pribadi bisa dilakukan pada obrolan makan siang.

Apalagi aku sebagai orang baru (kira kira 2 tahun lalu), perlu melakukan pendekatan seperti ini pada teman-teman sekerja.

Tetapi banyak yang suka makan siang keluar. Alasannya, malas makan di kantor, karena tidak ada sendoknya.

Ini jawaban yang konyol dan sepele menurutku, karena bagiku, sendok merupakan kebutuhan pribadi, yang harusnya di sediakan sendiri oleh masing-orang orang.

Ya… sebagai pendatang baru waktu itu..  meskipun aku tidak bisa sepenuhnya menerima jawaban itu, akupun memerintahkan bagian General Affair untuk membeli 2 lusin sendok makan, di taruh di pantry.

Aku membuat tradisi makan siang bersama, sharing bekal makan siang, mengajak mereka membawa bekal dari rumah, yang lebih terjamin kebersihannya daripada beli di warung.

Kadang2 aku juga masak untuk anak2 kantor yang jumlahnya sekitar 20 orang ini. Selesai makan. kita sama2 beresin ruang makan dan pantry, termasuk mencuci perlatan makan. Intinya, semuanya itu, aku buat untuk menciptakan kebersamaan dan membangun kedekatan diantara karyawan.

Mereka menurut saja, dan terlihat senang dengan makan bareng, becanda bareng, berberes bareng. Tapi tak lama kemudian, makin sedikit orang yang makan bersama, alasannya, males ndak ada sendoknya. rupanya, 2 lusin sendok itu, lama2 berkurang dan habis.

kemana? tak ada yang tahu.

Lagi2, aku modali dengan 2 lusin sendok…. dan beberapa waktu kemudian, menguap lagi. Udah deh… patah arang untuk membelikan sendok makan stainles stell, karena bisa menguap entah kemana.

Di rumah, aku punya ratusan… mungkin ribuan sendok plastik. Karena selama ini, kalau ada acara di gereja, acara di mana saja, kalau di beri makan nasi kotak, sendok plastiknya aku pulung, di kumpulkan, lalu di cuci bersih, di simpan. Hasilnya, sekantong plastik besar sendok plastik.

Sendok ini aku bawa ke kantor. Aku taruh di pantry, sambil kasi tahu teman2, bahwa meskipun ini sendok plastik, tolong ikut di jaga dan di rawat. cuci dan kumpulkan lagi. Ini bukan sembarang sendok plastik, tapi sendok yang aku kumpulkan dengan penuh perasaan.🙂

Tetapi toh rasa peduli itu tidak mudah di bangkitkan. Mereka tak peduli. Mau pakai, tapi belum tentu mau merawat. Tak jarang aku menemukan di tempat sampah, bekas bungkus nasi padang di uwel uwel, di tengahnya ada sendok plastik bekas.

Aku masih saja kadang2 masak untuk makan bersama anak2 kantor. mereka sih nurut aja, karena bosen dengan masakan warung di sekitar sini, lagian kalau makan bersama kan ndak usah bayar.

Suatu saat aku masak soto, mangkuk sih tersedia banyak, karena tiap bulan beli banyak sabun colek dan sabun deterjen, selalu berhadiah mangkuk.

Tapi sendok….. mereka tidak punyak sendok untuk makan soto. sendok plastik sekalipun tak ada. Ampuuun dah, sekantong besar sendok plastik  itu… habis juga.

Pingin rasanya meneguhkan hati, untuk mendiamkan, tapi kan sotonya jadi ndak laku tuh. ntar sia-sia aku memasak.

Maka akupun mengeluarkan segepok sendok plastik yang memang aku simpan di ruanganku, aku sediakan  untuk melakukan testing bahan kalau pas ada supplier bawa contoh2 bahan untuk di cicip.

Selesai makan, aku kumpulkan lagi dan simpan lagi tuh sendok di dalam kotak dan di simpan di ruanganku.

Aku bicara ke mereka, coba sediakan sendok untuk diri masing2. abis makan, cuci sendiri, simpan sendiri. Mereka jawab “iya bu… iya bu…”

Tapi toh tidak juga dilakukan. Kalau aku tanya lagi jawabannya, “o iyaa yaa… lupa”  atau “hm… biasanya juga ada kog sendok plastik di pantry”  atau “ntar deh… kapan2… sekarang ini, makan ke warung aja”

Duuuh… ini sendok, kalau cuma dilihat sendoknya.

Ada banyak hal yang aku mau sampaikan kepada mereka soal barang sepele ini. Mereka tidak punya rasa memiliki, tidak punya rasa peduli terhadap orang lain, tidak punya rasa hormat pada yang telah menyediakan. Tidak menganggap ini barang penting… tapi kalau lagi butuh….. menyusahkan diri sendiri juga.

Pernah tuh akhir april kemarin aku sedang cuti. di kantor orang datang dari kantor Pusat, mereka dibelikan makan siang sate ayam plus lontong, dan plus apalagi lauknya, tapi nggak di kasi sendok. Orang kantor sampai perlu menelpon aku untuk bilang “bu… boleh membuka ruangan ibu, untuk pinjam sendoknya?”

huuuaaah…

This entry was posted in Ngalor_Ngidul and tagged , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Sendok yang Sepele itu.

  1. tinsyam says:

    hahaha ketawa dulu ya mbak.. akhirnya dibolehin pinjem sendok gitu mbak?
    pengalaman yang sama dengan kantorku.. yang namanya sendok selalu hilang.. akhirnya kalu ada yang ultah dan sering makan bareng gitu yang namanya sendok mendadak pinjem ibu kantin.. biasanya makan masingmasing sih, daku sih selalu bawa sendiri.. bos mana peduli [duh coba bos daku itu mbak ine deh] soal dunia persendokan..
    iya ga ada yang peduli.. ga ada rasa memiliki.. apalagi rasa hormat sama yang udah sediakan sendok.. *sigh..

  2. ine elkaje says:

    iyalah di pinjami tuh mbak, karena itu pertaruhan nama baikku juga. hihihi…
    di kantorku ndak ada kantin, jadi ndak ada yang di pinjami sendok. temen2 tuh… berasa aman, karena kalau kepepet, bisa pinjam sendokku. hm… tunggu aja kalau aku dah bertanduk🙂

  3. cerita kalis kukis says:

    mbak Ine, di mana-mana seperti itu deh mbak, sendok itu paling gampang ngilangnya xixixi lunch seperti berlomba-lomba, siapa cepat dia dapat…. sendok… yang kalah cepat harus rela masuk di kloter ke-2 hahaha

    • ine elkaje says:

      yang aku heran ya Fem, tiap orang kan butuh sendok tuh, mbok ya sediain sendiri, trus di rawat buat diri sendiri.
      enggak mau jugaaaaaa… seneng kalau susah

      • cerita kalis kukis says:

        mungkin dah dibawa buat sendiri tapi sering lupa cuci pas selesai kecampur dengan sendok lainnya, soalnya aku juga gitu tuh hikss atau pas mau lunch lupa bawa sendok sedangkan jarak ruang kerja dengan ruang makan lumayan juga tapi yang seringnya sih ya lupa nyuci si sendok xixixi

      • ine elkaje says:

        kayaknya kebanyakan gitu Fem, lupa nyuci sendok, atau bahkan nggak mau nyuci sendok hehe… jadi di geletakin gitu aja. ilang deh. atau kalau sendok plastik, sekalian aja di buang… ndak usah nyuci.
        ini cuma soal kepedulian kog

  4. Ikakoentjoro says:

    Oalah,, apa mereka makan sekalian sama sendoknya ya🙂 Just kidding ya bu

  5. tinsyam says:

    kalu ga ada yang hargai sendok kaya gitu mending kembali pake sendok alami, tangan sendiri.. pernah loh terpaksa makan bakso pake tangan.. panas boh.. gegara sendoknya ketinggalan saat reuni di kebon raya bogor, tapinya jadi rame.. seru balapan makan bakso pake tangan yang dielap dulu dengan tisu basah..

  6. pandakuning says:

    di kos lamaku sendok juga hilang2 terus tuh, ga tau diambil atau ikut kebuang
    anak2 kos kan suka beli makan bungkusan, trus pake sendok kos kalo makan
    daripada sebel tiap mau makan cari2 sendok, akhirnya aku beli sendiri sepasang sendok garpu
    pakai2 sendiri, cuci sendiri lalu simpan di kamar, daripada hilang
    punya mangkok sendiri di kos jg gt, kalau lupa tdk dimasukkan kamar, giliran mau pakai mangkoknya ga ada

  7. Pingback: Jangan-jangan ada yang kleptomania khusus di kantor | Setiap Langkahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s