Kekuatan mengampuni

2 Minggu lalu,  Ade Sara Angelina Suroto, gadis remaja umur 19 tahun, terbunuh dan mayatnya di temukan di jalan tol Bintara. Berita ini menyedot perhatianku, ketika melihat kedua orang tua Ade Sara di wawancara di TV seusai penguburan.

Ade Sara, adalah anak tunggal dari Suroto dan Elisabeth. Bisa di bayangkan betapa terpukul dan pedihnya hati kedua orang tua tersebut kehilangan anak semata wayang dengan cara mengenaskan. Yang membuatku takjub, Suroto dan Elisabeth begitu tenang dan pasrah menghadapi cobaan ini.

Emosinya terkontrol. Kesedihan sangat terlihat dari ekspresi wajahnya, tetapi tutur katanya terkendali. Mereka menyatakan, Mengampuni Hafitd dan Assyifa, yang telah ditangkap karena membunuh Ade Sara.

Mengampuni, ini kata yang mudah di ucapkan, tetapi menjalankannya, tentu sangat tidak mudah. Aku tidak kenal dengan Suroto dan Elisabeth, hanya membaca berita tentang mereka dan melihat di tayangan TV. Tetapi aku merasakan, mereka bukan sekedar mengucapkan “Mengampuni” mereka benar-benar menyatakannya dari hati, bagaimana pengampunan ini mereka berikan.

images.php

*image dari google

Tidak ada amarah, atau umpatan kepada ke dua pembunuh tersebut, kata-katanya tenang, dan mereka menyebut nama dengan santun dan jelas, “mengampuni Hafitd dan Assyifa, semoga proses penyidikan, pengadilan dan hukuman yang dijalani, bisa membuat keduanya menemukan jalan menjadi orang yang benar.”

Kog bisa mengampuni seperti itu? Kira kira begitu tanya reporter TV waktu mewawancara seusai penguburan, pak Suroto menyatakan, bahwa mereka bersyukur mendapat banyak dukungan dan doa dari orang-orang di sekitar mereka, supaya mereka bisa kuat menghadapi kenyataan ini, hal ini yang membuat mereka bisa melakukan pengampunan pada Hafitd dan Syifa.

Sungguh, saya takjub dan kagum pada pak Suroto dan bu Elisabeth, dalam suasana seperti ini, mereka berhak untuk marah pada orang yang telah merenggut nyawa anaknya, tetapi mereka malah mengampuninya.

Aku mencoba memahami hal yang sulit ini. Bahwa dengan mengampuni, Pak Suroto dan bu Elisabeth bisa melepas sebagian beban mereka. Mereka sedang mengalami kehilangan anak, kepedihan hati, dan harus menata hidup lagi sepeninggal anak semata wayang, tak perlu lagi menambah beban dengan rasa bersalah jika mereka marah, mengumpat atau bahkan menyimpan dendam pada pembunuhnya.

Sering melihat di TV, keluarga korban pembunuhan yang terus menerus emosional jika menghadiri sidang, melihat si pembunuhnya, mereka berteriak teriak histeris, bahkan mencoba melukai si pembunuh, atau menuntut hukuman mati. Sepertinya, mereka ingin membalas dendam pada si pembunuh. Bukankah hal seperti ini justru membawa mereka melakukan kesalahan seperti yang telah dilakukan si pembunuh? hm….

Kesaksian dan keteladanan yang luar biasa dari pak Suroto dan bu Elisabeth, semoga mereka berdua makin kuat dan mendapatkan kedamaian.

This entry was posted in Liputan dan Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Kekuatan mengampuni

  1. Sungguh hebat ya mereka

  2. Aku pas nonton berita saat pak Suroto dan bu Elisabeth di wawancara, salut buat orangtua Sara mereka sanggup menggampuni pembunuh anaknya.

  3. nengwie says:

    Terharu dan salut sama beliau berdua, semoga saya juga diberi kelapangan hati dan kesabaran jika tersakiti dan ketika ditimpa musibah…aamiin.

  4. Joe Ismail says:

    salut dengan orang tua ade sarah yang memaafkan pelaku pembunuh anaknya

  5. ibuseno says:

    Aku gak melihat..krn jarang nonton tv, tp baca mereka berdua mengampuni…duhhh koq bisa ya, begitu tegarnya.. kadang kita aja gak bisa mengampuni orng yg sdh menyakiti hati,…

  6. tinsyam says:

    ku ketinggalan berita mbak, malah tahunya setelah ada korban lagi.. jarang nonton tipi apalagi baca koran belakangan ini.. asli deh ngeblog juga jarang, lebih sering main di KPI.. itu aja.. udah pusing sama urusan kerja dan rumah.. jadi kaget bacanya, ternyata dilimpahkan budi baik ya orangtua adesara.. salut, jempol deh forgive-nya.. mungkin mereka bisa memaafkan tapi ga bakalan terlupakan deh, anak satusatunya gituloh..
    dan belakangan ini sedang berusaha memaafkan.. apapun..

    • ine elkaje says:

      sama mbak, aku juga sedang jarang nonton, baca dan ngeblog, cuma pas kebetulan liat wawancara itu, malah jadi tertarik.

      memaafkan, tidak harus melupakan. karena setiap kejadian bisa sangat berharga untuk jadi pelajaran. jika benar telah memaafkan, saat teringat kembali, tidak marah, sakit hati dan pingin membalas.

  7. Mereka telah menerima dengan lapang dada kepergian anaknya..

  8. Sungguh ketika mereka mengampuni pelaku pembunuh anaknya saya langsung menangis terharu, tapi lama2 ketika mereka justru meminta maaf pada pelaku, saya mulai agak risih, perasaan saya tidak nyaman, saya merasakan ketidakadilan dan ketidakseimbangan, sama tidak nyamannya ketika melihat penjahat justru dihormati masyarakat atau ketika orang bodoh dan pemalas justru menjadi orang sukses.

    • ine elkaje says:

      saya tidak sependapat dengan mereka, memintakan maaf atas kesalahan Ade Sara pada pembunuhnya. ini sudah lebay bagi saya.
      tetapi soal mereka memberi pengampunan, ini bukan berdampak pada pembunuhnya, tetapi pada mereka berdua, karena melepas sebagian beban berat yg harus mereka tanggung (dendam, marah dll)

  9. femmy says:

    yup mbak, salut deh dengan mereka, berita terbaru mereka bersedia menjadi bintang iklannya Tolak Angin dengan tema “memaafkan” padahal kalau dipikir2 pasti mereka akan teringat terus ya sama anak mereka tapi mereka ambil positifnya🙂 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/03/20/1432210/Bawa.Pesan.Moral.Orangtua.Ade.Sara.Jadi.Bintang.Iklan.Tolak.Angin?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s