Author Archives: ine elkaje

Lebih mahal, lebih enak?

Mumpung ingat, dan mumpung lagi mood menulis…. Lanjut soal Jepang. Beberapa tahun lalu, ketika mengunjungi Osaka, ada guide orang Indonesia yang lama tinggal di Jepang. Suatu malam, si Guide sudah pulang, karena kami tidak ada acara lain, hanya akan makan … Continue reading

Posted in Kopdar dan Jalan, Ngalor_Ngidul | Tagged , | 2 Comments

Biarpun lebih “kaya”, kurang dihargai

Suatu hari aku pergi ke Malaysia bersama beberapa rekan, termasuk 2 orang jepang. Kami menuju ke suatu kota kecil, kira kira 6 jam perjalanan dari KL. Dalam perjalanan tersebut, saat kami selesai makan siang, saatnya memesan dessert, Mr Jepang tanya, … Continue reading

Posted in Ngalor_Ngidul | 7 Comments

Jangan-jangan ada yang kleptomania khusus di kantor

Setelah pernah cerita soal sendok, kali ini pisau. Di tempat kerja, pisau merupakan barang penting. di area produksi, pisau dibedakan pemakaiannya, untuk pisau adonan dan pisau roti. semuanya berukuran besar. Nah, kadang2 tuh ya, orang suka masa bodoh, saat pisaunya … Continue reading

Posted in Ngalor_Ngidul | Tagged | 8 Comments

Ke Penjara

Hari minggu kemarin, pertama kalinya aku menginjakkan kaki ke LP (Lembaga pemasyarakatan) atau penjara. Karena aku dapat tugas, menjadi salah satu petugas ibadah di dalam LP. Ibadah di LP diadakan setiap hari minggu, dan sebulan sekali penyelenggaranya adalah gereja tempatku … Continue reading

Posted in Tak_Terlupakan | Tagged , | 6 Comments

Memelihara malas

Suatu siang, aku pergi ke salah satu supplier, lokasinya dekat dengan kantor, jadi.. aku jalan kaki, lewat kampung, untuk mempersingkat jarak. Saat jalan pulang, di salah satu warung di ujung kampung, aku melihat Rahmat sedang duduk merokok. Aku menyapanya “Kamu … Continue reading

Posted in Ngalor_Ngidul | Tagged | Leave a comment

Curhat yang seperti buang sampah

Ketika ada orang curhat padaku, aku menempatkan diriku sebagai dirinya, supaya dapat mendengar dan merasakan, apa yang dia rasakan, sehingga bisa jadi tempat berbagi beban. Setelah curhat, ndak mungkin kan kita diam-diam saja?  “…oh ya udah.. aku sudah memberikan waktu … Continue reading

Posted in Liputan dan Opini | 2 Comments

Masa Kecil : Makan sambil berfantasi

Masih berkaitan dengan pertemuan keluarga hari minggu lalu, salah satu tamu kami, Theresa Jackson, teman lama dari Multiply, sahabat di dunia maya dan dunia nyata. Cie TJ bawakan oleh-oleh Spekulas. Cie TJ cerita, kalau ini di cetak pakai cetakan kayu, bentuknya … Continue reading

Posted in Nostalgia, Tak_Terlupakan | Tagged | 5 Comments

Masa Kecil : Intuisi atau Imajinasi?

Minggu lalu, aku bersama 3 saudaraku mengajak para family berkumpul dan kangen kangenan. Karena ada yang sudah sangat lama tidak bertemu. Salah satunya kami kedatangan sepupu kami, Kwie, Yan (suami Kwie) dan Tjoe. Huaah… betapa girangnya.. meski tidak bisa ngobrol banyak, … Continue reading

Posted in Nostalgia | 5 Comments

Sebaiknya, jangan digratiskan.

Pagi ini,  di rest area, setelah isi bensin, aku mampir ke Indomaret, beli kopi di self service hot drink machine. Aku suka rasa kopi di Indomaret, meski bukan peminum kopi dan belum tentu bisa mendiskripsikan rasa kopi dengan baik, intinya, … Continue reading

Posted in Liputan dan Opini | Tagged , , , | 23 Comments

Pilih sorakin siapa?

Pilpres kali ini memang seru, karena Cuma ada 2 calon, dan dua-duanya terlihat kuat dukungannya. Proses pemilihanpun cukup sederhana, pilih nomor 1 atau nomor 2, sehingga meskipun jumlah TPS lebih sedikit dibanding Pileg lalu, dan jumlah pemilih lebih banyak, tapi … Continue reading

Posted in Ngalor_Ngidul | Tagged | 11 Comments